Sabtu, 18 April 2009

GAYA HIDUP SEDEKAH

Akhirnya jariyah sedekah di Kaum Muholla Al- Falah menjadi sangat ngetrend, dalam 1 bulan saja bisa terkumpul lebih dari 500rb, padahal untuk operasional Musholla paling hanya butuh utk listrik, kebersihan. Akhirnya dari umat kembali ke Umat, dana ini berkembang menjadi dana sosial. Yang telah berjalan adalah sumbangan dana kematian dan sumbangan rawat inap kaum Musholla Al-falah. Untuk lebih bermanfaat lagi, tidak hanya untuk kematian dan rawat inap, pengurus Muholla nampaknya jeli melihat permasalahan lain di kaumnya, yaitu bujang nganggur. Pengurus berinisiatif untuk memasang ledeng PDAM, dan dengan modal uang jariyah air ledeng itu akan dijual untuk umum. Akhirnya pengangguran juga teratasi, kaum Musholla memiliki air lebih bersih & sehat untuk dikonsumsi. Dana sosial Musholla akan bertambah dan dapat digunakan untuk kemaslakhatan kaum Musholla seperti rencana pembiayaan pra upaya berobat rawat jalan di Balai Pengobatan Monas untuk warga Musholla- Alfalah yang perhitungannya sedang menjadi penelitian Skripsi Mahasiswa Unsoed Purwokerto dan mungkin akan berkembang menjadi lebih sosial & religius. Pada akhirnya Jariyah mignguan Musholla akan diganti dengan bulanan saja sehingga dana jariyah bulanan hanya untuk operasional Musholla, dan utk dana sosial bisa berasal dari usaha Musholla itu. Dari umat untuk umat, lebih sehat, lebih giat ibadah dan menjadikannya sebagai trend! ini baru Musholla keren, jangan kalah dgn diskotik!!!

MUSHOLLA AL-FALAH

Terletak di Gang Monas Desa Talang Kec. Talang Kab. Tegal. Tepatnya Rt 11 Rw 2 Ds Talang. Kecil bangunannya tapi semenjak kepengurusan yg baru, wuih... musholla ini tambah keren. Pengurus yg baru adalah Bpk Asim, rumahnya persis di sebelah utara Balai Pengobatan Monas Talang . Dengan kepengurusan Mas Asim yg emang mempunyai jiwa wirausaha, musholla Al- Falah ini dikelola sedemikian rupa sehingga dapat mencari Sumber- sumber yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslakhatan kaum musholla. Bukan berarti akan menjadikan Musholla sebagai ladang bisnis, tapi Musholla adalah tempat ibadah milik kaum khususnya dan umat Islam pada umumnya yg untuk menjalankannya juga membutuhkan sumber- sumber yg potensial.
Dulu jariyah keliling diminta oleh petugas, anak kecil dengan membawa kaleng yang dilubangi persis celengan ( kenclengan), ya akhirnya warga memberi jariyah berupa uang receh karena image kenclengan adalah tempatnya uang receh. Namun setelah pengurus merubahnya menjadi Daftar List dan merubah petugas jariyah menjadi orang dewasa, maka kenaikan income jariyah menjadi 3 kali lipat lebih. Segala sesuatu bisa kita jadikan trend, kalaupun diskotik saja bisa kita jadikan gaya hidup, mengapa tidak dengan sedekah!!!?